Home / Metropolitan / Baru Beralih menuju Konten Prank yang Awalnya Channel Youtube Isi Berita Sosok Edo Putra ‘Video Sampah’

Baru Beralih menuju Konten Prank yang Awalnya Channel Youtube Isi Berita Sosok Edo Putra ‘Video Sampah’

Sosok Edo Putra menjadi buah bibir. Dirinya disebut sebut mengikuti Ferdian Paleka dalam membuat video 'sampah'. Prank yang dibuatnya dan diposting di Youtube channelnya mirip dengan prank Ferdian Paleka beberapa waktu lalu.

Edo Putra melakukan prank bagi bagi daging kurban yang ternyata berisi sampah. Dirinya melakukan prank tersebut dengan rekannya, Diky Firdaus. Aksi prank daging hewan kurban itu dilakukannya bersama rekannya.

Dalam video tersebut, Edo Putra melakukan prank terhadap seorang ibu ibu yang kemudian diakuinya ternyata Ibunya sendiri. Edo Putra mengakui jika videonya hanya settingan. Setelah video tersebut kemudian menjadi viral di media sosial, dirinya ditangkap oleh pihak tim Siber Polrestabes Palembang.

Edo mengakui bahwa kedua korban prank sampah tersebut merupakan ibu kandung dan orangtua angkatnya sendiri. Sebelum membuat video ia telah memberitahukan kepada mereka hendak membuat konten prank sampah. Ide itu sempat ditolak. Namun Edo masih bersihkeras untuk melakukannya demi meningkatkan subscriber di kanal Youtube miliknya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiyadji mengatakan, meski diketahui settingan , perbuatan Edo dan Diky yang membuat video prank sampah itu telah membuat kegaduhan di masyarakat. Bahkan, banyak warganet yang mengecam aksi tersebut. "Video hoaks daging berisi sampah ini membuat masyarakat resah sehingga pelaku kita tahan," kata Anom saat melakukan gelar perkara di Polrestabes Palembang, Senin (3/8/2020). Anom menjelaskan, tersangka mengunggah video tersebut pada Jumat (31/7/2020) tepat pada hari raya Idul Adha.

Setelah beberapa menit diunggah, konten itu langsung menimbulkan kegaduhan warganet. Tim patroli Siber yang mendeteksi adanya kegaduhan tersebut langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Edo bersama Diky pada Sabtu (1/8/2020) malam di kediaman mereka masing masing. "Dari perkara ini kita menyita barang bukti berupa handphone , akun email dan seluruh akun medsos milik tersangka kemudian pakaian yang mereka gunakan," ujar Kapolrestabes.

Atas perbuatannya kedua pelaku dikenakan pasal 14 KUHP tentang menyebarkan berita bohong serta Undang undang ITE pasal 27 ayat 1 ancaman hukuman penjara selama 10 tahun. Buntut pembuatan video prank sampah ini pun menjadi panjang. Tak hanya Edo dan Diky yang ditahan, dua kamerawan mereka yang ikut merekam gambar juga ditetapkan polisi sebagai daftar pencarian prang (DPO) alias buron. Kedua DPO tersebut yakni Hadi Jaya Karim dan Istiqomah alias RAAM.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiyadji mengatakan, dalam pembuatan video prank sampah tersebut, ada empat orang yang terlibat. Tersangka Edo berperan sebagai kreator utama, sementara Diky sebagai kreator dan kamerawan. Lalu Hadi Jaya Karim dan Istiqomah alias RAAM merupakan kamerawan inti.

"Dua orang kamerawan ini kita tetapkan DPO karena mereka terlibat dalam pembuatan video prank tersebut," kata Anom. Menurut Anom, pembuatan video prank sampah itu bermotif untuk meningkatkan subscriber kanal Edo Putra Official. Namun, perbuatan mereka salah karena membuat video yang tidak mendidik dengan memberikan kantong yang disebut berisi daging kurban namun ternyata sampah.

Hal itupun, jelas Anom, membuat kegaduhan di masyarakat. "Dalam pembuatan konten tersebut korbannya adalah orangtua pelaku sendiri. Ini sudah di setting tersangka. Akunnya juga kita sita," ujarnya. Dengan kejadian ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati hati dalam menggunakan medsos serta diimbau untuk membuat konten lebih mendidik.

"Ini jadi untuk pengalaman dan pembelajaran bermedsos yang baik, ketika memproduksi menyiarkan konten tentu dinikmati halayak umum," ungkapnya. Edo mengatakan, akun Youtube yang dikelolanya itu awalnya merupakan teaser video berita. Dalam satu bulan, kanal Youtube tersebut mendapatkan penghasilan Rp 5 juta.

Namun, seiring berjalan waktu, Edo memiliki ambisi untuk meningkatkan subscriber dengan membuat konten prank sampah. "Dari THR sampai daging isi sampah itu korbannya saya kenal semua. Karena orang terdekat saya," kata Edo saat di Polrestabes Palembang, Senin (3/8/2020). Untuk meningkatkan jumlah pengikut, Edo bahkan mengeluarkan pernyataan kotor dengan memakan bulu bagian tubuhnya jika telah menembus 10.000 subscriber .

"Saya menyesal telah membuat konten ini. Mulanya ini kanal teaser berita, tapi karena saya ingin subscribe nya naik kami buat kanal begitu. Konten ini ide saya sendiri," kata Edo. Sedangkan tersangka Diky Firdaus (20) mengaku belum mendapatkan hasil apa pun sejak mengikuti Edo sebagai Youtuber. "Saya tidak bekerja, jadi hanya bantu bantu Edo saja. Kalau uang belum dikasih," ungkapnya.

Youtuber Edo Putramengaku menyesal telah membuat video prank pemberian daging kurban berisi sampah. Selain itu, Edo juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang ia buat dengan membuat video prank sampah. "Saya sangat menyesal telah membuat konten ini. Ide (pembuatan video) dari saya sendiri, tidak ada dari inspirasi Ferdian Paleka," kata Edo.

Edo menjelaskan, dua korban dalam video prank sampah itu merupakan ibu kandung serta orangtua angkatnya sendiri. Ia sebelumnya telah memberitahukan kepada ibunya saat akan membuat video prank sampah tersebut. "Awalnya ibu menolak tapi tetap saya lakukan. Untuk yang korban THR kosong juga teman saya sendiri," jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Diky Firdaus (20) rekan dari Edo. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. "Saya mohon maaf. Dalam pembuatan ini saya hanya membantu, tidak dikasih uang," katanya.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Polisi Serahkan Berkas Perkara menuju Kejaksaan Kasus John Kei Cs Dinyatakan Lengkap

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah merampungkan berkas perkara penyerangan dan pembunuhan dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *