Home / Seleb / ‘Bukan Diikat’ Panji Petualang Ungkap Penanganan Banyak Ular Kobra Masuk Perkotaan

‘Bukan Diikat’ Panji Petualang Ungkap Penanganan Banyak Ular Kobra Masuk Perkotaan

Di musim hujan, fenomena ular masuk di perkotaan marak terjadi. Bahkan ular berbisa seperti ular kobra juga bermunculan. Figur Publik Panji Petualang pun ungkap cara penanganan pertama digigit ular berbisa.

Marak ular masuk ke perkotaan, Panji sang petualang ungkap penanganan pertama apabila digigit ular kobra, bukan diikat namun pakai ini. Panji Petualang adalah sosok yang sudah lekat di masyarakat sebagai figur publik yang dianggap ahli dengan hewan ular. Panji mulai terkenal setelah berperan jadi pawang dan penjinak hewan di sebuah acara televisi.

Acara Panji Sang Petualang sangat populer di kalangan masyarakat. Setelah acaranya usai, Panji sempat cukup lama tak terdengar lagi namanya. Banyak rumor yang menyebutkan jika Panji telah meninggal dunia.

Kabar yang paling santer adalah berita jika Panji tewas karena dimakan komodo. Bahkan, ada rumor yang mengatakan jika video Panji saat dimakan komodo dapat ditemukan di Youtube. Banyak orang yang percaya dengan kabar tersebut.

Panji sendiri akhirnya mengumumkan jika dirinya masih hidup dan memposting sebuah video yang berjudul 'Maaf saya masih Hidup!'. Kini, maraknya terorularkobradi masyarakat,PanjiPetualangbuka suara. Panji beberkan cara penanganan tepat saat terkena gigitanularberbisa.

Hal itu disampaikanPanjiPetualangsaat hadir sebagai bintang tamu di program acara Call Me Mel (16/12/2019) yang dipandu olehMelaneyRicardo. Hebohnyaterorularkobrayang terjadi di masyarakat belakangan ini memang membuat sejumlah pihak kewalahan. Lantaran tak semua orang tahu bagaimana cara menangani binatang buas tersebut.

Banyak masyarakat yang khawatir rumahnya disambangi oleh ular kobra. Tak hanya itu, sejumlah masyarakat juga khawatir ular ular tersebut akan mengigit anggota keluarganya. Ular kobra memang cukup ditakuti sebab hewan tersebut mengandung racun yang bisa mematikan bagi manusia.

Banyak orang beranggapan, apabila terkena patukanularberbisa, maka bagian tubuh yang terpatuk harus segera diikat. Hal tersebut diyakin akan memperlambat penyebaran bisa melalui aliran darah. Namun ternyata penanganan tersebut tidaklah tepat.

Melansir tayangan YouTube Call Me Mel,PanjiPetualangmembagikan tips pertolongan pertama apabila ada bagian tubuh yang terkena gigitan ular. PenjelasanPanjiPetualangbermula dari pertanyaanMelaneyRicardoyang menyebut bahwa luka gigitan ular itu harus diikat. Ditanya begitu,PanjiPetualangmengatakan bahwa sebenarnya penangan yang tepat pada luka gigitan ular bukanlah diikat.

Melainkan dibidai atau digips. "Enggak, enggak diikat, tapi dibidai atau digips," kata Panji. "Oh digips," ujar Melaney.

"Jadi ini misalnya tangan (yang digigit) enggak boleh gerak gerak apalagi dancing enggak boleh?" tanya Melaney lagi. "Betul," kata Panji. Panji Petualang mengungkapkan, bagian tubuh yang terluka akibat gigitanularberbisatidak boleh banyak bergerak.

Lantaran pergerakan yang dilakukan pada bagian tubuh yang dgigit tersebut bisa memicu peredaran racun ular menjadi lebih cepat menyebar. "Semakin banyak bergerak, akan semakin membuat cepat racun atau bisa itu menyebar," terang Panji. Panji kembali menjelaskan, hal pertama yang harus dilakukan setelah terkena gigitanularberbisaialah membidai bagian tubuh tersebut.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisir pergerakan pada bagian tubuh yang terluka. "Jadi yang harus dilakukan adalah membidai tangan kita seperti kita patah tulang, dipasang gips seperti plat kayu, kemudian kita ikat plat kayunya," jelas Panji. Menurut Panji mengikat luka gigitanularberbisatanpa bidai atau gips hanya akan menghambat perdaran darah.

"Bukan berarti kita ikat (secara sembarangan), itu justru akan menghambat aliran darah," kata Panji. "Jadi bukan dihalangin (diikat)?" tanya Melaney. "Bukan," kata Panji.

Panji kemudian menjelaskan, bisa ular itu sesungguhnya menyebar bukan melalui aliran darah, melainkan melalui kelenjar getah bening. "Soalnya pada dasarnya bisa ular itu menjalar bukan dari darah, tetapi melalui kelenjar getah bening," terang Panji. "Sedangkan kelenjar getah bening bukan ada di pembuluh darah, tapi di bawah otot,"

"Jadi semakin otot kita banyak bergerak, akan membuat racun atau bisa itu bergerak pula," imbunya. Keresahan warga Bogor dan Depok terhadap keberadaan ular kobra beberapa waktu terakhir kini mulai dirasakan warga Jakarta Timur. Warga Jalan Inspeksi PPD RT 01/RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung mendapati ular kobra berkeliaran dan bertelur di permukiman mereka.

Belasan anak ular kobra bahkan berhasil ditangkap oleh anggota Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur. Tak cuma PKP Jakarta Timur,PanjiPetualangjuga turun tangan menanganiterorularkobratersebut. Di hadapan puluhan warga ahli binatang melata itu bahkan melakukan eksperimen demi membuktikan anggapan jika ular takut terhadap garam.

MulanyaPanjiPetualangmenerangkan cara yang tepat untuk menangkap ular kobra. Ia menyarankan saat menangkapularberbisaitu seseorang harus menggunakan alat keamanan. "Jangan pakai tangan secara langsung,"

"Harus pakai alat," tegasnya. Panji Petualang menjelaskan ketika hendak menangkap ular kobra, harus memegang kepalanya terlebih dahulu. "Bahaya dari ular ini ya serangannya," ucapPanjiPetualang.

"Jadi yang aman itu harus pegang kepalanya," "Bagian paling bahaya dari ular itu di kepalanya," imbuhnya. Menurut Panji Petualang apabila bertemu dengan ular kobra namun tak punya alamat bernama hook, dapat menggunakan benda apapun yang ada di sekitar.

Panji Petualang mempraktekan ucapannya, ia menekan kepala anak kobra dengan sendal. Ia memegang erat erat kepala ular berbahaya itu. "Cara untuk menangkapnya kita harus pakai alat, apapun itu," ucapPanjiPetualang.

"Tinggal kita gencet kepalanya kemudian kita pegang," imbuhya. Panji Petualang kemudian membuat eksperimen terkait anggapan ular takut terhadap garam. Ia menabur garam kasar dalam jumlah banyak di atas lantai.

Panji Petualang lantas menaruh satu anak ular kobra. "Nah ini kenapa saya tabur garam? bukan berarti ular takut garam ya," ucapPanjiPetualang. "Ini kan ada lingkaran garam kita buktiin katanya ular takut garam," imbuhnya.

Panji Petualang mengatakan garam terbukti tak membuat ular merasa takut ataupun kesakitan. "Sekarang lihat ketika ular ada garam, lihat biasa aja," ucapPanjiPetualang. "Jadi enggak ada rasa takut, kepanasan, atau perih,"

"Tidak ada reaksi mau garam kasar atau halus," imbuhnya. Panji Petualang menegaskan anggapan soal ular takut dengan garam adalah salah. Pasalnya garam tak memberikan efek apa apa kepada ular.

Panji Petualang menambahkan yang paling ditakuti ular adalah manusia. MenurutPanjiPetualangular mengerti apabila manusia adalah predator yang dapat mengacam keamanannya. "Enggak ada reaksi apa apa, ular enggak takut sama garam dan garam tidak memberikan efek apa apa," ucapPanjiPetualang.

"Yang ditakuti ular adalah manusia," imbuhnya. Panji Petualang blak blakan cerita tentang kehidupannya saat tertimpa berita bohong. Sempat sepi job hingga kini pilih jadi YouTuber. Shafa Harris tidak menyetujui hubungan sang ibu, Sarita Abdul Mukti dengan Vicky Prasetyo. Ada tiga alasan yang mendasari keyakinannya.

Shafa Harris tidak menyetujui hubungan sang ibu, Sarita Abdul Mukti dengan Vicky Prasetyo. Ada tiga alasan yang mendasari keyakinannya.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Tapi Terima Jawaban Mengecewakan Sifat Pendiam Azriel Bikin Eko Patrio Ingin Jodohkan Anak Gadisnya

Komedian sekaligus politikus EkoPatrio tertarik lihat sifat pendiam Azriel, anak laki laki Anang Hermansyah. Karena …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *