Home / Corona / Ini Hal yang Membuat Korban KDRT Tetap Bertahan Meski Alami Kekerasan Beredar Video Diduga KDRT

Ini Hal yang Membuat Korban KDRT Tetap Bertahan Meski Alami Kekerasan Beredar Video Diduga KDRT

Psikolog Keluarga dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia, Adib Setiawan, S. Psi., M. Psi.,menjelaskan hal yang mendasari sejumlah korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tetap bertahan meskipun mengalami kekerasan. Sebelumnya, beredar video yang diduga sebagai aksi KDRT. Video penganiayaan seorang pria terhadap wanita di sebuah rumah itu telah beredar luas di media sosial.

Belum diketahui secara pasti dimana lokasi kejadian dan sepertia apa kebenarannya. Terlepas dari itu, Adib menjelaskan mengapa sejumlah korban KDRT memilih bertahan walaupun menghadapi kekerasan. Menurut Adib, hal ini bisa disebabkan oleh kondisi yang terhimpit.

Adib mengatakan, kondisi sulit yangmembuat korban tak punya banyak pilihan membuatnya memilih bertahan melalui hari hari yang penuh tekanan. "Mereka berusaha menjalani hari hari yang penuh tekanan." Adib menerangkan, situasi seperti ini bisa terjadi dalam keluarga keterampilan yang terbatas.

"Karena satu, yang laki laki memiliki keterampilan yang terbatas, mungkin keterampilannya itu di sektor sektor informal, misalnya bekerja kuli bangunan,disuruh suruh yang lebih mapan ekonominya, terus yang pihak perempuan tidak memiliki keahlian." "Mungkin keahliannya hanya cuci gosok, membantu orang yang lebih mapan misalnya," jelas Adib. Menurut Adib, dengan himpitan ekonomi, keluarga tersebut merupakan korban yang paling berat menghadapi situasi saat ini.

"Ini adalah cerminan situasi saat ini bahwa masyarakat kita sudah terjadi keos, terjadi aksi KDRT," ujarnya. Adib mengatakan, menurutnya, ada banyak kasus KDRT yang terjadi di antara masyarakat. Ia mengatakan, hal ini akan sangat membahayakan masa depan manusia.

"Ini akan sangat membahayakan masa depan manusia karena mereka, bayangkan, ini seorang laki laki yang mungkin penghasilannya terbatas, penghasilan sudah diserahkan ke istri namun uang itu juga habis sehingga mereka untuk makan saja sudah tidak punya." "Apa yang terjadi ketika sang istri meminta uang tapi sang suami uangnya juga sudah habis dan akhirnya beras sudah tidak ada, akhirnya itu yang terjadi dalam keluarga," kata Adib. Menurut Adib kasus penghapusan kasus KDRT ini menjadi tanggung jawab bersama.

Iamengatakan, aksi kekerasan yang terekam dalam video tersebut memang merupakan fenomena yang mewakili keadaan masyarakat Indonesia. "Menurut saya itu adalah fenomena perwakilan dari masyarakat kita." "Jadi masyarakat kita ya sebenarnya fenomena seperti itu cukup banyak, artinya yang tidak terekspos pun banyak," ungkap Adib.

Lebih lanjut, Adib menyampaikan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga. "Memang secara umum banyak faktor yang menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga," kata Adib. Menurut Adib, pendidikan rendah yang membuat minimnya peluang mendapatkan pekerjaan yang layak bisa menjadi faktor KDRT.

Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi membuat kondisi perekonomian keluarga terhimpit dan memicu kekerasan. Menurut Adib, faktor KDRT berikutnya yaitu dikarenakan sebagian masyarakat Indonesia masih sulit memecahkan masalah tanpa kekerasan. Contohnya, Adib menyebutkan, ketika terjadi kesalahan pengelolaan keuangan yang sebenarnya masih dapat dikomunikasikan, sebagian masyarakat justru terpancing emosinya hingga melakukan KDRT.

"Dalam arti, ya memang suami kan ini minta makan, tugas perempuan memang masak misalnya, tapi ya perlu dikomunikasikan sebaiknya, perlu didiskusikan," terang Adib. Adib menambahkan, kadangkala seseorang memang cenderung memikirkan diri sendiri. Sementara itu, terkadang suami merasa dirinya lebih tinggi dari perempuan kemudian melakukan tindakan semena mena.

"Tapi kadangkala masyarakat kita terlalu memikirkan diri sendiri, kadangkala suami merasa lebih tinggi daripada perempuan," ujarnya. "Artinya, ruang komunikasi di sana sudah tidak ada, sehingga munculah emosi," terang Adib. Lebih lanjut, Adib pun mengingatkan pentingnya komunikasi dalam berumah tangga.

Dengan demikian, menurut Adib, kekerasan dalam rumah tangga dapat dicegah. "Seharusnya, sebelum terjadi kekerasan, ya harus dibicarakan baik baik," kata Adib. Menurut Adib, kasus KDRT dapat menjadi lingkaran setan dalam keluarga.

Ia mengatakan, seorang anak yang sempat mengalami KDRT bisa melakukan hal yang sama pada keluarganya kelak. Adib pun mencontohkan adanya KDRT yang disebabkan oleh faktor ekonomi. Menurut Adib, kemiskinan bisa menjadi akar dari KDRT yang turun temurun.

"Contohsederhana begini, polanya misalnya orang tuanya nikah muda usia 15 atau 20 udah nikah, itu kan mereka masih kelihatan muda, lalu anaknya SMP misalnya atau SMA." "Nah ketika mereka sulit, kalau anaknya bisa mencari kehidupan yang layak nanti anaknya bisa membantu orang tuanya, tapi kalau anaknya sulit juga namun sudah keburu menikah nanti terjadi juga kekerasan dalam rumah tangga," jelas Adib. "Jadi kayak lingkaran setan yang sulit diputus, akarnya kemiskinan memang," sambungnya.

Menurut Adib, kampanye stop kekerasan perlu untuk terus digaungkan. Sebelumnya, video dugaan aksi KDRT beredar viral dalam unggahan akun Instagram @nyonya_gosip. Akun tersebut membagikan tangkapan layar unggahan akun Facebookyang membagikan video dugaan aksi KDRT tersebut.

Pemilik akun Facebook itu menuliskan keterangan mengenai adanya aksi kekerasan yang dilakukan oleh sang ayah terhadap ibunya. "in seorang bpk yg tak tau Bertanggung jawab kepada keluarga ny yg selalu menuntut mkn yg tak pernah memkasih uang Belanja. Trs ea memukul mama ku gara2 tak ad belanja di rmh," begitu potongan keterangan unggahan video akunFacebook tersebut.

Dalam video yang ia unggah, awalnya terlihat seorang wanita berbaju merah yang tampak meluapkan amarahnya sambil menangis. Kemudian, pria berbaju biru yang semula duduk tiba tiba berdiri dan menghampirinya seperti hendak memukul. Wanita itu pun terdengar berteriak.

Bersamaan dengan itu, seorang anak berbaju putih terlihat menghampiri. Tubuh kecilnya tampak berusaha melindungi sang ibu. Ia juga berkali kali melerai.

Hingga akhirnya sang ibu mendorong anak tersebut supaya menjauh. Kemudianpria berbaju biru itu langsung menganiaya wanita tersebut. Aksi kekerasan dalam video itu pun menuai banyak tanggapan warganet saat diunggah ulang oleh akun Instagram @nyonya_gosip pada Senin (1/6/2020) pagi.

Hingga Senin malam, video itu telah disukai 544 orang.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Jakarta ‘Sumbang’ 489 Kasus Baru Covid-19 Per Senin 3 Agustus

DKI Jakarta pada hari ini, Senin (3/8/2020) mendapat tambahan 489 kasus positif virus corona atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *