Home / Kesehatan / Kali Ini Bukan Dampak Negatif Lihat Dampak Virus Corona di China

Kali Ini Bukan Dampak Negatif Lihat Dampak Virus Corona di China

Sekitar tiga bulan lamanya dunia digegerkan dengan wabah virus corona atau Covid 19. Virus mematikan yang kini menelan ribuan korban jiwa ini sudah menginfeksi di seluruh penjuru dunia. Di China, virus tersebut juga menginfeksi banyak penduduk hingga tak sedikit yang diisolasin dan mendapat penanganan intensif.

Namun kali ini dampak virus corona tak selamanya negatif. Seperti halnya terkait polusi di China. Berdasarkan pengamatan citra satelit NASA dari waktu ke waktu, terjadi penurunan polusi di China.

Demikian dikarenakan wabah virus corona. Dikutip dari , sebagian besar penyumbang polusi di China seperti pabrik tutup karena virus tersebut. Polusi menurun drastis setelah wabah virus corona menyebar.

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, membandingkan tingkat polusi antara tiga pekan pertama tahun 2020 hingga tengah Februari 2020. Peta NASA menunjukkan bagaimana tingkat nitrogen dioksida, gas beracun dari kendaraan, pembangkit listrik dan pabrik, anjlok setelah karantina massal. NASA mengatakan penurunan polusi sejalan juga dengan turunnya kegiatan ekonomi.

Hal itu dikarenakan kegiatan masyarakat juga terbatas sebagai upaya untuk mengendalikan virus. Ilmuwan badan antariksa mengatakan penurunan polusi pertama kali terlihat di dekat Wuhan, sumber wabah corona, tetapi akhirnya menyebar ke seluruh negeri. Para ilmuwan sebelumnya memperkirakan virus corona memusnahkan setidaknya seperempat emisi gas rumah kaca China.

Hal ini menjadi fenomena yang pertama kali terjadi di dunia. "Ini adalah pertama kalinya saya melihat penurunan dramatis di area seluas itu (karena wabah corona)," kata Fei Liu, seorang peneliti kualitas udara di Goddard Space Flight Center NASA. Dia mengatakan telah melihat penurunan kadar nitrogen dioksida selama resesi ekonomi 2008, tetapi kali ini di China merupakan fenomena penurunan polusi paling drastis.

Virus corona bisa mencapai sebagian besar negara di dunia. Ini adalah pernyataan dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Jumat (28/2/2020) di sebuah konferensi pers di Jenewa. Mereka menyatakan ini, setelah ada laporan kasus pertama di Nigeria.

"Wabah semakin besar," ujar juru bicara WHO Christian Lindmeier dilansir "Novel corona yang menjangkau banyak negara." "Jika tidak semua negara di dunia, ini sudah kami lihat dan peringatkan sejak beberapa waktu lalu," tambahnya.

Lima negara lagi telah melaporkan kasus Covid 19 pertama mereka. Semuanya dengan sejarah perjalanan yang terhubung ke Italia Nigeria, Estonia, Denmark, Belanda dan Lithuania. Lindmeier menambahkan, WHO sangat hati hati memeriksa laporan beberapa orang yang terinfeksi ulang.

"Kami perlu hati hati melihat bagaimana tes dilakukan, bagaimana orang itu diperiksa." "Jika itu mungkin diabaikan bahwa orang itu masih memiliki virus di suatu tempat di residu dalam tubuh." "Atau mereka terinfeksi ulang dengan cara atau cara yang berbeda," ungkapnya.

Kendati demikian, WHO tidak dalam kapasitas untuk menjawab bisa tidaknya pasien tertular lagi. "Kami tidak dalam posisi untuk mengatakan itu mungkin atau tidak untuk kembali dan terinfeksi ulang." "Secara umum, kami berharap, seseorang yang memiliki infeksi coronavirus akan kebal, setidaknya beberapa saat sesudahnya."

"Tetapi sekali lagi ini adalah sesuatu yang belum kami ketahui," tutup Lindmeier. Virus corona yang sebelumnya dijuluki nCov 2019 telah memiliki nama resmi yakni Covid 2019. Wabah mematikan ini diperkirakan sejumlah ahli berasal dari pasar hewan di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Sediakan Selalu Makanan Sehat Ini di Rumah Agar Si Kecil Tak Mudah Sakit

Jaga daya tahan tubuh Si Kecil agar tak mudah sakit dengan konsumsi makanan berikut. Saat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *