Home / Kesehatan / Kandungan Kadar Lemak dalam Darah TRIBUNNEWSWIKI – Mengenal Dislipidemia

Kandungan Kadar Lemak dalam Darah TRIBUNNEWSWIKI – Mengenal Dislipidemia

<div ><div id='InformasiAwal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Dislipidemia adalah kandungan kadar lemak dalam darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kadar lemak dalam darah merupakan kandungan lemak yang umumnya terdiri dari trigliserida, kolesterol, low density lipoproteins (LDL) dan high density lipoproteins (HDL).

Meskipun keadaan lemak yang baik dicapai dengan diet lemak yang cukup, beberapa orang memerlukan penanganan khusus dan obat obatan untuk mengatasi keadaan tersebut. <div ><div id='Gejala'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Sebagian besar dislipidemia tidak memunculkan gejala yang berarti.

Dislipidemia biasanya diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan rutin untuk darah dan kondisi lainnya. Dislipidemia yang berat menimbulkan komplikasi yang serius mengarah kepada penyakit jantung koroner danstroke. Beberapa gejala umum yang muncul adalah:

<div ><div id='Penyebab'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Secara umum, dislipidemia dibagi menjadi dua, dislipidemia primer dan sekunder. Dislipidemia primer disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dari keluarga.

Dislipidemia sekunder disebabkan oleh gaya hidup dan kondisi medis yang mempengaruhi kadar lemak dalam darah, seperti: <div ><div id='FaktorRisiko'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Beberapa faktor diketahui berpengaruh terhadap meningkatnya dislipidemia pada seseorang, di antaranya yaitu:

<div ><div id='Pencegahan'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Pada dislipidemia sekunder, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi ini, yaitu: Pengobatan dislipidemia bergantung terhadap kondisi masing masing penderita.

Dokter memperhatikan faktor risiko yang dimiliki dan kondisi lain yang dapat memperburuk keadaan pengidapnya. Pada tahap awal, pengidap dislipidemia disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup dengan menurunkan konsumsi lemak jenuh dan meningkatkan aktivitas fisik, sehingga keadaan kadar lemak yang seimbang dapat tercapai dengan sendirinya. Pada pengidap dengan kadar komponen lemak yang tinggi, dokter dapat meresepkan satu atau lebih obat untuk menurunkan kadar lemak, tergantung pada komponen mana yang memiliki risiko paling besar, seperti:

About Admin

Avatar
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup.

Check Also

Sediakan Selalu Makanan Sehat Ini di Rumah Agar Si Kecil Tak Mudah Sakit

Jaga daya tahan tubuh Si Kecil agar tak mudah sakit dengan konsumsi makanan berikut. Saat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *